
Apakah pengembangan Otak Tengah adalah Pseudoscience? Pesudoscience berarti ilmu semu. Sekarang ini banyak yang berbicara tentang pseudoscience. Istilah pseudoscience ini sudah lama dibicarakan oleh orang. Seorang ahli filosofi ilmu pengetahuan Paul Feverabend mengatakan bahwa pembedaan antara science (ilmu pengetahuan) dan non-science (pseudoscience) adalah tidak mungkin atau juga tidak diinginkan. Paul Thagard menulis dari sudut pandang ilmu sosiologi dan menyatakan bahwa “Berusaha menjelaskan bagaimana perbedaan science dan pseudoscience adalah suatu sisi filosofi dalam rangka usaha untuk mengatasi ke-masa-bodoh-an masyarakat terhadap science yang sebenarnya” Terbukti juga ada banyak ilimu yang pada masa lampau di anggap sebagai pseudoscience yang ternyata sekarang diakui sebagai science. Jika anda seorang peneliti dan sedang meneliti sesuatu hal. Ternyata ada beberapa orang yang gegabah mengatakan bahwa hal yang diteliti tersebut adalah pseudoscience, tentu saja ini akan mengurangi semangat untuk meneliti lebih lanjut. Hal penting yang perlu di perhatikan dalam menentukan pseudoscience adalah waktu. Kita tidak dapat menentukan apakah suatu hal itu science atau pseudoscience dalam waktu singkat. Kan penelitian juga membutuhkan waktu yang lama, lengkap dengan pembuktian bertolak belakang dan membingungkannya. Sesuatu yang tidak (atau lebih tepat ‘belum’) dapat dibuktikan secara ilmiah bukanlah berarti pseudoscience. Suatu hal yang tidak termasuk dalam bidang ilmu utama (mainstream science) belum tentu pseudoscience. Kemungkinan barulah nanti berkembang menjadi suatu bidang ilmu tersendiri. Kita berkembang terus kan? Tapi jika anda ingin mengatakan Aktivasi Otak Tengah adalah pseudoscience tidak apa-juga. Toh sejarah memang tidak terlalu mencatat orang-orang negatif. Kita kan tidak tahu siapa saja orang-orang disekeliling Thomas Edison dan Albert Einstein yang mati-matian mencela mereka. Yang kita kenal adalah Edison penemu bola lampu dan Einstein penemu rumus E=MC2.

. Hari ini Metro tv menyiarkan lagi tentang aktivasi otak tengah. Rame yah otak tengah ini. Memang para orang tua perlu mempelajari dari berbagai sumber. Ironisnya para pemberi komentar negatif ini ternyata juga tidak mengadakan penelitian. Apakah ada ilmuwan yang dapat menerangkan mengapa anak-anak dapat melihat tanpa mata? Kita berharap untuk para ilmuwan Indonesia-lah yang dapat menjabarkannya. Dokter di Taiwan mengaku tidak dapat menjelaskan karena banyak hal-hal yang mereka tidak tahu menyangkut otak manusia. Masih perlu banyak dilakukan penelitian kata mereka. Mudah-mudahan para ilmuwan Indonesia tidak terlalu terpengaruh dengan pandangan negatif tentang hal ini. Biarlah kali ini ilmuwan Indonesia yang berjaya. Karena negara lain, termasuk Amerika dan Eropa belum banyak tahu tentang hal ini. Dummy Scientist.
waww…mantap bgt nih blognya, gmn cara blajarnya ya?